Tujuan SPMI Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo:

  1. Menjamin penyelenggaraan kegiatan akademik sesuai dengan kebijakan dan peraturan akademik serta standar mutu akademik yang telah ditetapkan, sehingga apabila diketahui bahwa standar tersebut tidak bermutu atau terjadi penyimpangan antara kondisi riil dengan standar akan segera diperbaiki
  2. Mewujudkan transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat, khususnya orang tua/wali mahasiswa tentang penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar yang ditetapkan
  3. Mengajak semua pihak dalam universitas untuk bekerja mencapai tujuan dengan berpatokan pada standar dan secara berkelanjutan berupaya untuk meningkatkan mutu.
  4. Menjamin proses dan output yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Prinsip-Prinsip SPMI Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Untuk mencapai tujuan tadi digunakan sistem penjaminan mutu yang diadopsi dari berbagai praktek baik yang telah dilakukan oleh institusi pendahulu baik didalam maupun diluar negeri. Prinsip-prinsip yang akan digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Berorientasi pada Stakeholder (Pergguruan Tinggi maupun Eksternal Pergguruan tinggi)
  2. Mengutamakan kebenaran
  3. Pengembangan Kompetensi personel
  4. Partisipatif dan kolegial
  5. Keseragaman metode
  6. Inovasi dan berkelanjutan

Manajemen SPMI Universitas NU Sidoarjo

Sistem Penjaminan mutu pendidikan UNU Sidoarjo pada prinsipnya adalah upaya sistematis untuk peningkatan mutu pendidikan tinggi berkelanjutan yang dimanifestasikan dalam bentuk siklus kegiatan penjaminan mutu. Implementasi menyeluruh SPM tersebut diawali dalam bentuk implementasi “satu siklus” kegiatan penjaminan mutu. “satu siklus” kegiatan penjaminan mutu UNU Sidoarjo, terdiri dari 5 komponen yaitu:

  1. Penetapan standar, yang didapat dari hasil benkhmark baik ke institusi perguruan tinggi lain, dengan memperhatikan peraturan-peraturan yang ditetapkan pemerintah, persyaratan badan-badan akreditasi maupun sertifikasi serta keunikan UNU Sidoarjo. Dalam tahapan ini dilakukan sosialisasi dan pembuatan/penyempurnaan dokumen-dokumen mutu (kebijakan mutu, sasaran mutu, rencana mutu, prosedur-prosedur, dan lain-lain.).
  2. Pelaksanaan, yaitu penerapan sistem penjaminan mutu dengan menggunakan organisasi dan prosedur pelaksanaan serta sumber daya manusia untuk melaksanakannya.
  3. Evaluasi Pelaksanaan, yang dilakukan oleh setiap unit.
  4. Pengendalian Pelaksanaan, dilakukan oleh penjaminan mutu internal untuk mengecek kepatuhan unit terhadap sistem penjaminan mutu dan mencari peluang perbaikan (bukan mencari kesalahan) dengan berpedoman pada prosedur mutu dan berbasis pada data atau fakta yang terjadi dilapangan.
  5. Peningkatan mutu berkelanjutan (continuous Quality Improvement) di semua jenjang unit pelaksanaan akademik.

Secara Lengkapnya dapat dibaca disini: pdf